In the darkness of pandemic theres is still alight

Dalam rangka kegiatan kelulusan kelas 9 tahun ini, SALYO mengadakan Agenda Pameran Seni bertajuk “Dying but still Alive”. Tujuan utamanya untuk mengukur kecapaian kompentensi siswa. Tidak lupa juga untuk mendorong kreativitas bagi setiap siswa. Pameran ini juga menjadi sarana komunikasi, dan meningkatkan apresiasi seni pada masyarakat.

Pameran ini
melibatkan semua kelas dari tingkat 7 sampai 9. Selama pandemi Covid pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tidak maksimal dilaksanakan. Meskipun dalam keterbatasan tersebut kami merasa capaian kompetensi tetap terjaga. berbagai media kami upayakan, baik secara daring maupun luring. Kegiatan belajar-mengajar jika tak disiasati mungkin akan gagal, tidak menyentuh sampai dalam, atau membuat anak-anak tak mencapai kompetensi.


Media lukis menjadi salah satu upaya kreatif. Meskipun bahan kertas banyak dipakai, bahan lain tetap ada. Uniknya sejumlah bahan seperti kain, bambu, gerabah, kayu, digital printing, tanah liat, gipsum dan kanvas dapat menjadi bagian penting dalam proses belajar mengajar. Kita semua dapat melihat bahwa meskipun kondisi sekarang nyaris melumpuhkan sendi kehidupan, kita terus harus kuat dan kreatif. Itulah pesan penting dalam pameran ini.

-wn-

admin

Menjadikan sekolah yang mampu menginspirasi siswa menjadi pembelajar ulung, mandiri, berkarakter islami dan berjiwa pemimpin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *