Dibalik layar Jelajah Virtual Museum TNI AD Dharma Wiratama

Siapa sangka gedung tua diseberang perempatan Toko Buku Gramedia Yogyakarta adalah saksi sejarah perjalanan bangsa Indonesia? Tiap kali melintasi jalan Cik Ditiro dari utara, tepat di sebelah kiri sebelum perempatan pasti akan terlihat jelas kendaraan tempur milik TNI AD yang sudah tidak digunakan. Memang sengaja dipamerkan berderet di halaman depan gedung yang sekarang berfungsi sebagai Museum TNI AD Dharma Wiratama. Sempat digunakan oleh Panglima Besar Jendral Soedirman sebagai kantornya. Saksi perjuangan rakyat Indonesia menghadapi Agresi Militer II Belanda saat Yogyakarta menjadi Ibukota Republik.

Sarat dengan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme, menjadikan Museum TNI AD sangat cocok untuk membekali generasi muda agar kecintaan terhadap tanah airnya tumbuh. Cinta tanah air merupakan bentuk syukur kepada Alloh, Tuhan YME yang telah memberikan kemerdekaan kepada Indonesia, sesuai dengan amanat pembukaan UUD 45, “atas berkat rahmat Alloh SWT, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas”. Maka wajib bagi kita bersyukur kepada Alloh, dengan menghargai jasa para pahlawan dan mengisi kemerdekaan pada saat ini, karena kemerdekaan adalah atas berkat rahmat Alloh. Bukanlah juga sudah dijanjikan, siapa yang bersyukur maka akan ditambah nikmatnya? Salah satu bentuk rasa syukur yaitu dengan mempelajari sejarah, mengambil hikmah kemudian ditanamankan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk belajar dari Museum TNI AD Dharma Wiratama.

Museum TNI AD mempunyai tantangan sendiri untuk menjalankan fungsinya. Salah satu fungsi museum adalah memiliki peran edukasi, berfungsi sebagai laboratorium belajar bagi masyarakat. Sehingga diharapkan banyak masyarakat, termasuk pelajar agar bisa berkunjung, belajar di museum. Faktanya, ditengah kondisi pandemi seperti ini, Museum mengalami penurunan jumlah pengunjung yang sangat signifikan. Padahal, museum mempunyai peranan penting dalam membantu merekonstruksi, membantu menampilkan dokumentasi dari suatu peristiwa atau benda tertentu, sehingga pemahaman masyarakat menjadi lebih utuh.

Mengingat kondisi pandemi sekarang ini, SMP IT Alam Nurul Islam berupaya untuk memberikan ragam pengetahuan dan juga pembelajaran yang inovatif ditengah kejenuhan pembelajaran daring. Salah satu kegiatan nya adalah Jelajah Virtual Museum TNI AD Dharma Wiratama. Sebanyak 10 anak pengurus SC (OSIS SMP IT Alam Nurul Islam) didampingi oleh 2 guru, bertugas untuk menghadirkan Museum TNI AD ini ke rumah-rumah seluruh keluarga besar SMP IT Alam Nurul Islam. Jelajah Museum disiarkan langsung melalui kanal YouTube yang dimiliki oleh sekolah, Sekolah Alam Yogyakarta pada tanggal 10 April 2021.

Sebelum dimulai, tim melaksanakan koordinasi kesiapan kegiatan. Tak lupa juga, tim saling mengingatkan untuk wajib tertib menjalankan Protokol Kesehatan untuk memutus rantai persebaran covid19.
Nurma dan Dera bertugas sebagai host. Faiz, Reva dan Abi sebagai tim kreator yang membantu memandu host dari balik kamera. Petugas kameraman yaitu Aufa, Nabil dan juga Amar. Sebagai operator siaran Zidan dan Alun, bertugas memastikan siaran langsung berjalan dengan baik.

Tujuannya adalah, memberikan variasi pembelajaran ditengah pandemi ini kepada seluruh keluarga besar SMP IT Alam Nurul Islam.
Khusus bagi Tim Jelajah Museum, kegiatan ini memberikan pengalaman dan melatih skill penyiaran sederhana dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
————

Belajar kapanpun..
Belajar dimanapun..

———–

nr

admin

Menjadikan sekolah yang mampu menginspirasi siswa menjadi pembelajar ulung, mandiri, berkarakter islami dan berjiwa pemimpin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *