Setitik Pelajaran dari Jepang

Siapakah yang tak kenal Jepang? Negara ini menjadi salah satu negara yang paling sering dibahas dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia karena pernah menjajah wilayah Indonesia. Jepang juga menjadi fenomenal karena dikenal sebagai salah satu negara Asia paling maju yang mampu bangkit kembali membangun negerinya setelah hancur akibat perang dunia II. Secara khusus bagi SMP IT Alam Nurul Islam, Jepang juga memiliki tempat tersendiri karena pendidikan di Jepang menjadi salah satu titik inspirasi dalam pengembangan konsep alam SMP IT Alam Nurul Islam.

Nah… untuk mengetahui lebih jauh tentang Jepang, dalam program Visiting Expert kali ini, SMP IT Alam Nurul Islam menghadirkan Ustadz Jamaluddin yang saat ini mendapat amanah sebagai staff pengajar sekolah Indonesia di Jepang yang dikelola oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jepang.

03

Banyak catatan dan pengalaman beliau yang bisa diambil hikmahnya. berikut sekilas catatannya….

Disiplin waktu, tradisi masyarakat Jepang

Penghargaan terhadap waktu sangat terasa dalam kehidupan masyarakat Jepang. Hal ini  tercermin dalam perilaku keseharian masyarakat Jepang. Ukuran jarak yang sering digunakan di Jepang bukanlah ukuran meter seperti yang umum dikenal masyarakat Indonesia. Ukuran jarak di Jepang menggunakan menit. Jadi kalau bertanya jarak rumah ke sekolah bukan berapa meter/berapa kilometer, tetapi berapa menit.

Jika seseorang memiliki janji untuk bertemu orang lain pada waktu tertentu, maka orang tersebut akan datang sebelum waktu pertemuannya. Jika pertemuan dilakukan di rumah seseorang maka sang tamu akan datang sebelum waktunya kemudian berdiri menunggu di depan pintu rumah tersebut hingga tiba waktu janjinya kemudian barulah orang tersebut mengetuk pintu rumah orang yang bersangkutan.

Pekerja keras

Masyarakat Jepang sangat tekun dalam melakukan pekerjaannya. Setiap pekerjaan berusaha diselesaikan sesuai jadwalnya dengan tidak menunda-nunda penyelesaiannya. Penundaan pekerjaan berarti sebuah kerugian yang melahirkan ketidakproduktifan hasil kerja.

Jepang berhasil menguasai berbagai teknologi tinggi

Masyarakat Jepang telah berhasil menguasai berbagai teknologi tinggi yang diwujudkan dalam berbagai produk mereka seperti mobil, kereta api, robot, dsb. Berbagai produk berteknologi tinggi semakin menambah produktifitas masyarakat Jepang.

Jepang memiliki angka bunuh diri yang tinggi

Selain catatan-catatan positif, ada juga catatan negatif dari masyarakat Jepang. salah satu catatan negatif  masyarakat Jepang adalah tingginya angka bunuh diri. Tingginya angka bunuh diri di Jepang di dorong berbagai faktor, dari motif keputusasaan hingga kehormatan, sebagaimana kebiasaan harakiri di masa lalu. Di Jepang bahkan ada sebuah jembatan yang menjadi tempat favorit untuk melakukan bunuh diri. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, Pemerintah Jepang sampai harus membuat pos pejagaan untuk mencegah bunuh diri warganya.

Apapun alasannya, bagi kita masyarakat Muslim bunuh diri tetaplah diharamkan. Bahkan Allah SWT mengancam manusia yang melakukan bunuh diri dengan azab neraka. Ihhh…. ngeri kan…?!

Jepang belum familiar dengan masyarakat Muslim

Agama Islam di Jepang merupakan agama minoritas. Tak heran, banyak masyarakat Jepang yang tidak mengetahui tentang Islam dan ajaran-ajarannya. Jumlah masjid di Jepang juga terbatas, tidak sebanyak di Indonesia. Demikian juga dengan makanan halal. Seorang Muslim di Jepang harus cermat memilih makanan karena tidak semua makanan di Jepang memenuhi standar kehalalan.

Terkadang hal ini menimbulkan masalah bagi seorang Muslim. Misalkan ketika seorang Muslim hendak mendirikan shalat di tempat umum. Petugas keamanan Jepang melarang praktik keagamaan di tempat umum karena menganggap agama merupakan urusan pribadi.

04

Demikian sekilas catatan tentang Jepang yang dipaparkan Ustadz Jamaluddin. Walaupun mayoritas masyarakat Jepang bukanlah Muslim, ternyata sebagian mereka telah mengamalkan sebagian dari ajaran Islam. Disiplin, bekerja keras, dan giat menuntut ilmu adalah ajaran-ajaran Islam. So…? ambil yang baik, tinggalkan yang buruk, dan jadilah Muslim pembelajar.

S E M A N G A T … !!! (ard)

admin

Menjadikan sekolah yang mampu menginspirasi siswa menjadi pembelajar ulung, mandiri, berkarakter islami dan berjiwa pemimpin

2 tanggapan untuk “Setitik Pelajaran dari Jepang

  • 04/06/2013 pada 11:03
    Permalink

    Subhanallah, semoga bermanfaat… Gambarimashou!

    Balas
  • 04/06/2013 pada 11:03
    Permalink

    Subhanallah, semoga bermanfaat… Gambarimashou!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *