Mensykuri Nikmat Dari Mentoring Camp


“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” [ Q. S. Fushshilat : 53 ]

Jumat, 28 September 2018 lalu, rombongan siswa ikhwan angkatan 8 dan beberapa ustadz SMPIT Alam Nurul Islam bersiap untuk melaksanakan Mentoring Camp yang dilaksanakan di Puncak Gunung Andong, Magelang Jawa Tengah. Gunung Andong dengan ketinggian ±1.726 mdpl dipilih untuk pendakian kali ini karena jalur dan medannya yang mudah untuk para pendaki pemula, khususnya siswa ikhwan yang kebanyakan baru pertama kali mendaki gunung. Mentoring Camp ini selain bertujuan untuk memperkuat akhlak dan akidah islam, juga untuk saling mempererat hubungan persaudaraan di angkatan 8 ini.

Siswa datang jam 17.30 WIB untuk persiapan Sholat Maghrib berjamaah di SMPIT Alam Nurul Islam dan Al-Ma’surat bersama. Dilanjut dengan briefing, makan bersama, packing dan checking barang bawaan pribadi maupun kelompok yang akan dibawa saat pendakian. Yang dilanjut dengan Sholat Isya berjamaah. Rombongan siswa dan ustadz berangkat pukul 19.30 WIB untuk bertolak ke Gunung Andong. Sepanjang perjalanan siswa saling bercerita dan bercanda satu sama lain untuk mengisi waktu luang di bus. Namun ada juga siswa yang tertidur untuk menyiapkan energi saat pendakian, karena pendakian gunung dilaksanakan dini hari. Sesampainya disana, siswa menunggu giliran pendakian di Base Camp. Di Base Camp sebelum pendakian tersedia warung makan ataupun cemilan serta oleh-oleh. Selain itu fasilitas kamar mandi dan WC bersih juga tersedia disini. Rombongan ikhwan angkatan 8 dan ustadz SMPIT Alam Nurul Islam berangkat mendaki mulai pukul 23.00 WIB. Jalur pendakian yang gelap mewajibkan para pendaki untuk meggunakan senter. Diawal pendakian rombongan disambut dengan gapura yang bertuliskan “Pendakian Gunung Andong Taruna Jaya Giri Sawit” dan disuguhkan lahan pertanian warga sekitar. Dipendakian ini siswa diuji kebersamaannya, jika ada teman yang lambat maka yang cepat harus melambat, jika teman cepat maka yang lambat menyesuaikan. Dengan itulah siswa tahu satu sama lain. Di tengah-tengah perjalanan beberapa siswa istirahat karena kecapekan dan menjadi kewajiban teman lainnya untuk menunggu dan melanjutkan pendakian bersama. Dengan semangat yang membara dan pantang menyerah rombongan siswa ikhwan angkatan 8 dan ustadz akhirnya dapat menaklukan dan sampai di puncak gunung pada pukul 01.00 WIB dini hari Sabtu, 29 September 2018. Tanpa berlama-lama siswa langsung mencari tempat untuk mendirikan tenda. Yang dilanjut dengan istirahat sesuai kelompok yang telah dibentuk.

Paginya, siswa sholat subuh berjamaah dan menikmati sunrise yang begitu indah. Disitulah siswa mensyukuri keagungan dan keindahan ciptaan Allah SWT. Kegiatan selanjutnya ialah foto bersama untuk kenang-kenangan. Pendakian SMPIT Alam Nurul Islam berbeda dan sangat spesial karena disini siswa tidak hanya sekedar mendaki, namun juga ada mentoring. Siswa dibagi lagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan kelompok mentoring yang sudah biasa dilaksanakan tiap Jumat siang. Di kelompok kecil itulah siswa mendapatkan pembelajaran dari pendakian ini dan saling tukar pikiran juga menyampaikan kesan dan hikmah selama perjalanan pendakian dari awal hingga puncak. Mentoring selesai, akhirnya rombongan SMPIT Alam Nurul Islam turun melalui jalur pendakian yang lama. Perjalanan untuk turun terasa lebih cepat kurang lebih 1 jam 45 menit untuk turun dari Gunung Andong dan menuju Base Camp, tempat rombongan berkumpul sebelum mendaki. Di Base Camp inilah rombongan disuguhi untuk sarapan oleh pemilik warung makan dan istirahat sejenak untuk melepas lelah setelah mendaki. Rombongan siswa dan ustadz berangkat ke SMPIT Alam Nurul Islam pukul 10.00 WIB dari lokasi dan sampai di sekolah pukul 12.00 WIB. Beberapa siswa ada yang langsung pulang karena sudah di jemput dan beberapa dari mereka yang belum dijemput melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah di SALYO.

M.Zacky Kusnail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *