“Camping Ceria Penuh Makna”

Beberapa murid SMPIT Alam Nurul Islam khususnya kelas 8B, baru-baru ini melakukan acara camping dan mendaki gunung di Gunung Api Purba, Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta. Acara ini ditujukan untuk saling memahami satu sama lain, menumbuhkan kembali kekompakan, juga bertambah wawasan tentang kekuasaan dan kebesaran Alloh SWT. Acara tidak hanya ‘bersantai’ namun juga ‘belajar’, belajar memahami antar teman, belajar mengatur waktu, belajar mengerti, belajar tentang tanda-tanda kebesaran Alloh SWT. Acara ini didampingi dan dipandu oleh Ustadz dan Ustadzah.

Allohu Akbar…Maha Besar Alloh.. Sungguh indah ciptaanMu

Sore setelah persiapan, petang menyambut, lantunan suara azan di mushola SalYo yang dikumandangkan oleh siswa, disusul semangat melaksanakan sholat Maghrib. Tilawah untuk menyiapkan mental tak lupa dilaksanakan. Sepuluh menit berlalu, tibalah saatnya makan malam bersama. Sebelum sholat isya dan kemudian berangkat menuju lokasi, lapar dan dahaga harus dihilangkan terlebih dahulu.
Perjalanan dari SMPIT Alam Nurul Islam saat itu terbilang lancar, hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam. Sesampainya di lokasi, anak-anak menunggu pengarahan dari Ustadz dan Ustadzah yang membeli tiket masuk. Kemudian untuk menuju camping ground yang di pesan, mereka berjalan sekitar 10 menit, terhitung jeda karena bingung dengan lokasi yang disebutkan.
Di tempat camping ground tersebut, anak-anak langsung mendirikan tenda dome atas kelompoknya masing-masing. Ustadz dan Ustadzah juga turut membantu mendirikan tenda karena ada kelompok yang terlihat kesulitan. Setelah istirahat sebentar dengan membuat rebusan air untuk membuat segelas minuman panas, anak-anak dipanggil untuk berkumpul melingkar. Permainan tantangan dan memberikan pendapat dari sebuah permasalahan, sekiranya malam itu dihiasi dengan tawa yang membuat lelah hilang.

Pagi pun tiba. Pukul 3 dini hari, anak-anak sudah dibangunkan untuk berkumpul. Selain membagikan tim untuk pendakian, Ustadz juga memberikan pengarahan untuk jalur pendakian. Dan setelah benar-benar siap, satu per satu tim yang telah dibagikan memulai perjalanan dengan durasi mulai berjalannya per tim adalah 8 menit.
Suara azan telah berkumandang. Tim 1 sudah sampai di puncak, yang kemudian dapat sholat subuh di sana sambil menikmati suhu yang sangat dingin itu. sementara tim 2, 3, dan 4 masih berada di pos 3 yang akhirnya mendirikan shalat subuh berjamaah di sana. Setelah shalat subuh, tak tertinggal al-ma’tsurat untuk kelompok 3 dan 4. Sementara kelompok 2 melanjutkan perjalanan setelah sholat subuh dan memilih untuk al-ma’tsurat di perjalanan.
Waktu berlalu tak terasa, keringat yang membasahi tubuh, kaki bergetar saking lelahnya, dan napas yang tersenggal karena tak mampu mengaturnya. Namun itu semua hilang dalam sekejap. Secercah cahaya sinar matahari mulai menyingsing dari ufuk timur di puncak kala itu. udara dingin yang menusuk tak lagi menjadi masalah saat pemandangan itu terlihat. Di puncak itu, kami berdiri dengan tawa kegembiraan, bersama untuk kemudian menyadari hal terpenting dalam diri yang kami pelajari, betapa indahnya saat suka dan duka itu kita lalui bersama.

@Tarish VIIIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *