Angkatan IX mengikuti Training Perawatan Jenazah

Setelah liburan semester yang lumayan panjang, seluruh siswa SMP IT Alam Nurul Islam kembali bertemu untuk melaksanakan KBM. Hari pertama di semester I TA 2018-2019 ini, seluruh siswa diberikan pengarah oleh Kepala Sekolah terkait rancangan kegiatan di semester II. Kemudian siswa menuju ke kelas masing-masing didampingi oleh Walikelas dan Pendamping untuk kerjabakti bersih-bersih kelas.
Hari berikutnya, siswa kelas IX mulai tancap gas untuk melaksanakan KBM, sedangkan kelas VII dan VIII melaksanakan Kegiatan Mabit. Ibarat orang berlari, tentu perlu pemanasan, merenggangkan otot yang sudah lama diam. Mabit ini berfungsi seperti pemanasannya orang berlari. Libur lama, kemudian siap beraktifitas kembali.

Mabit Kelas VII dan Kelas VIII untuk kali ini dilaksanakan terpisah, karena materi yang akan disampaikan juga berbeda sesuai dengan kebutuhan kelas. Kelas VII mengambil tema Kemandirian dan Tanggungjawab, sedang kelas VIII memilih untuk Training perawatan Jenazah. Kegiatan ini dilaksanakan 3-4 Januari 2019 di Komplek SMP IT Alam Nurul Islam.
Khusus kelas VIII, kegiatan ini dimulai pada pukul 13.30 diawali dengan presensi dan pemaparan tentang Kematian. Kematian itu bagaimana menurut Al Qur’an, dan bagaiamana cara mati ideal bagi seorang muslim. Selain itu, siswa juga diberikan pengetahuan bagaimana mengecek orang yang mati. Materi ini disampaikan oleh Ustadz Imam Hidayat dari Tim Dompet Dhuafa. Sesi I berakhir pada pukul 15.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan Sholat Ashar berjamaah.

Sesi II dimulai kembali pada Pukul 16.00 dibersamai oleh Ustadz Sayyid. Beliau merupakan praktisi perawat jenazah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Selain sebagai praktisi perawat jenazah, beliau juga sangat aktif di dunia dakwah, terlebih dikalangan anak-anak. Beliau dikenal dengan Ustadz Sayyid “Satria Baja Islam”, karena beliau memang mahir dalam mendongeng. Sesi II ini Ustadz Sayyid langsung mengeluarkan “boneka” yang sudah di pocong sehingga membuat siswa kaget. Kemudian beliau mengurai satu persatu dan mengajarkan cara merawat jenazah, dari mulai memandikan termasuk rukun-rukunnya, kemudain menyiapkan kain kaffan dan diakhiri dengan praktek mengkafani. Praktek mengkafani sangat interaktif, sebab perwakilan dari satu siswa, yaitu Anandan Ghozi bersedia menjadi peraga untuk dikaffani.

Setelah sesi II berakhir, kegiatan berikutnya yaitu sholat maghrib, dilanjutkan makan malam dan kemudian sholat isya’. Setelah sholat Isya’, seluruh siswa mengikuti Khataman Qur’an 30 Juz yang dipimpin oleh Ustadzah Zakiyah. Kurang lebih khataman ini berlangsung 1,5 jam dan diakhiri dengan Doa Khotmil Qur’an. Setelah Khataman berakhir, seluruh siswa bersegera untuk istirahat.

Pada pukul 02.00 WIB siswa dibangunkan. Tidak seperti biasanya, siswa dibangunkan jauh lebih awal. Seluruh siswa dikelompokan untuk mempraktikan per kelompok cara mengkaffani jenazah dengan peraga teman sendiri. Suara lantunan ayat suci memecah keheningan dan menambah kekhusyu’an dalam praktek mengkaffani jenazah. Praktek ini berakhir pada pukul 03.30, kemudian seluruh siswa melaksanakan sholat tahajud hingga akhirnya sholat subuh berjamaah. Setelah sholat shubuh berjamaah dan dzikir Al Ma’tsurat pagi, siswa bersama ustadz pendamping menarik hikmah training Perawatan jenazah yang dilaksanakan dalam rangka mabit kali ini. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan menginspirasi..
Semoga Alloh berkahi.. aamiin..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *