Menjelajah Hutan Turgo: Siswa SMP IT Alam Nurul Islam Belajar Konservasi, Konsumsi Alami, dan Sociopreneurship di Lereng Merapi

Suasana pembelajaran yang berbeda dan penuh makna dirasakan oleh siswa kelas IX SMP IT Alam Nurul Islam dalam kegiatan Exploring Class yang mengusung tema “Konservasi Alam dan Sociopreneurship”. Kegiatan lapangan yang dipusatkan di Hutan Turgo, lereng Gunung Merapi, ini berhasil memadukan kecintaan terhadap alam, penanaman nilai keislaman, serta wawasan kewirausahaan sosial yang inspiratif.

Didampingi oleh delapan guru, para siswa melaksanakan trekking selama empat jam menyusuri rimbunnya Hutan Turgo. Di sepanjang jalur penjelajahan, siswa diajak melakukan food foraging atau mengenal berbagai tanaman yang disediakan oleh alam. Mereka belajar mengenali Begonia (Begonia multangula) yang berasa asam segar, ketumbar jawa (Eryngium foetidum), hingga aneka tanaman obat tradisional seperti paku rane (Selaginella sp.) dan bandotan (Ageratum conyzoides) yang secara tradisional dimanfaatkan untuk pertolongan pertama pada luka ringan atau keseleo.

 

Melalui pengalaman langsung ini, siswa merenungkan bahwa tiada satu pun ciptaan Allah SWT yang sia-sia di muka bumi. Pengalaman tersebut memperkuat keimanan mereka sebagai Abdullah (hamba Allah) yang senantiasa bersyukur. Puncak kekhusyukan siswa terpancar ketika mereka tetap mendirikan Shalat Dzuhur secara berjamaah di tengah hutan dengan memanfaatkan air wudhu yang terbatas dari bekal minum masing-masing. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku,” momen ini menjadi pengingat bahwa ibadah kepada Sang Pencipta dapat dilakukan di mana saja dengan penuh ketundukan.

Tidak hanya belajar tentang spiritualitas dan ekologi, siswa juga dilatih untuk mengasah jiwa kepemimpinan sebagai Khalifatullah Fil Ardl (pemimpin di bumi) yang bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan dan memberi manfaat bagi sesama. Para siswa mendapatkan wawasan berharga berupa kesempatan untuk berkontribusi dalam konservasi Anggrek Lokal Merapi Bersama Pak Musimin dan Pak Sulistyono,M.Si, dosen Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma, siswa mengamati langsung keanekaragaman anggrek epifit khas Merapi seperti Vanda tricolor, Eria obliterata, Agrostophyllum stipulatum, Appendicula angustifolia, dan Trixspermum sp. Siswa belajar bahwa seorang pemimpin harus memiliki jiwa kasih sayang, kelembutan, dan kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam.

Para siswa juga berkesempatan menambah wawasan Sociopreneurship Kopi Turgo Bersama Pak Musimin, Pak Jendro dan Bu Sariyem. Siswa belajar langsung dari maestro lokal mengenai budidaya kopi robusta dan teh Turgo. Mereka memahami bagaimana sebuah usaha ekonomi dapat dikembangkan secara selaras tanpa merusak ekosistem hutan, sehingga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (Bestari) tetap terjaga seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Melalui model pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning), SMP IT Alam Nurul Islam terus berkomitmen menmbersamai generasi muda yang cerdas secara akademik, kuat dalam karakter keislaman, peduli terhadap kelestarian lingkungan, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan yang tangguh. Mewujudkan generasi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia dan peduli sesama!

(ay)

Tinggalkan komentar

Post Lainnya