| Perspektif yang Tepat bagi Siswa |
|
|
|
| Thursday, 25 March 2010 | |
|
Apakah yang dimaksud dengan pembelajaran yang alami itu? Pembelajaran macam apa yang membedakan SALYo dari sekolah lain yang sederajat sehingga para siswa yang belajar di SALYo akan mendapatkan empat nilai tambah itu? Pembelajaran yang alami menempatkan siswa sesuai fitrahnya sebagai manusia : mampu menumbuhkan sikap dan perilaku yang memelihara raga, yakni sikap dan perilaku hidup yang sehat mampu memperkuat akal dan hati sehingga akal dan hati akan mengontrol sikap dan perilaku ( kegiatan pembelajaran yang tidak pernah mengistirahatkan akal dan hati) Pembelajaran yang alami memungkinkan para siswa secara intensif terlibat dalam problem posing dan problem solving. Problem posing dan problem solving adalah wujud kepedulian manusia akan alam di sekitarnya. Jika akal dan hati diasah dengan baik maka siswa diharapkan mampu melihat permasalahan di sekitarnya dan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Karena rasa ingin tahu adalah salah satu watak mendasar manusia, maka pembelajaran yang alami adalah yang menekankan penguatan dan penyaluran rasa ingin tahu para siswa. Tujuan pembelajaran alami adalah memperkuat rasa ingin tahu mereka dan sekaligus melatih mereka agar mampu secara mandiri menyalurkan dan memenuhi rasa ingin tahu mereka itu. Pembelajaran yang alami mendudukkan segala hal di alam (alam semesta, masyarakat sekitar, perpustakaan, alam maya (internet), televisi, dlsb.) sebagai sumber pembelajaran dan di sekolah alam para siswa berlatih ”memetik” sendiri buah-buah pengetahuan yang bergelantungan di berbagai tempat itu. Oleh karena itu, di sekolah alam tidak dikenal istilah ”buku pegangan”. Pembelajaran yang alami adalah yang menghargai siswa apa adanya (apapun bakat dan minat mereka) sehingga bebas dari hal-hal yang dibuat-buat (diada-adakan) dan dipaksakan. Pembelajaran yang alami membiarkan mereka bercita-cita untuk menjadi apapun. Bukan hanya membiarkan, melainkan mendorong mereka untuk berani dan tidak malu bercita-cita. Pembelajaran yang alami tidak memaksa mereka menjadi dewasa dengan menyerah pada realita. Pembelajaran yang alami lebih mendahulukan dan lebih menekankan peningkatan kapasitas para siswa dibandingkan dengan banyaknya ”isi” yang harus ditampung oleh memory siswa.
|
|
| Last Updated ( Thursday, 25 March 2010 ) |
| Next > |
|---|