EKSPEDISI KARIMUNJAWA 2019




foto foto foto

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS Al Mulk : 15)

Bepergian menuju ke taman nasional Karimun Jawa bagi kebanyakan orang bagaikan piknik menghabiskan waktu libur panjang dan menghilangkan kepenatan dari segala kesibukan kantor dan pekerjaan. Bagi para pelajar pun demikian. Bepergian ke sana tidak ubahnya rutinitas kegiatan belajar atau biasa kita sebut study tour. Namun bagi siswa Sekolah Alam, khususnya SMPIT Alam Nurul Islam, bepergian ke Karimun Jawa adalah sebuah mimpi besar dari obrolan santai siswa dan guru yang kemudian diwujudkan menjadi kenyataan. Mimpi ini, kami beri nama Ekspedisi Karimun Jawa #1.

Mimpi ini diwujudkan dengan syarat mengumpulkan uang secara mandiri. Setiap siswa dengan pinjaman modal sebesar Rp 100.000,00 harus melakukan business project sesuai ketrampilan yang dimiliki menjadi Rp 1.100.000,00 selama 8 bulan. Banyak siswa yang memilih untuk berjualan makanan dan minuman di kantin sekolah. Ada siswa yang menulis di surat kabar, menawarkan jasa pembuatan video, mengajar mengaji, beternak, dan lain sebagainya. Selain menyelesaikan target business project, siswa juga mencari literasi tentang Karimun Jawa dan bagaimana melakukan penjelajahan dan mempresentasikan hasil literasinya di hadapan teman dan guru yang kemudian dijadikan makalah untuk dikumpulkan ke sekolah.

Ekspedisi dimulai hari Ahad, 21 April 2019. Sebanyak 48 siswa dan 4 guru pendamping berkumpul di terminal Jombor. Sebelum menaiki bus, siswa dalam kelompok mendapatkan buku diary perjalanan dan pita berwarna sesuai dengan peran. Setiap kelompok dibagi menjadi 4-6 peran berupa ketua, sekretaris, P3K, kebersihan, sweeper, dan dokumentasi. Peran tersebut akan berganti secara bergilir mengikuti sesi kegiatan. Setelah kurang lebih 5 jam perjalanan, rombongan ekspedisi transit di sebuah rumah makan untuk sholat tahajud, istirahat, sholat subuh, bersih diri dan sarapan. Sembari menunggu acara selanjutnya, sebagian siswa memanfaatkan momentum sunrise untuk berfoto dan menikmati pemandangan laut terbuka yang tepat berada di belakang rumah makan.

Pukul 05.30 rombongan melakukan tracking menuju ke pelabuhan Jepara dan bertolak dari pelabuhan menuju Pelabuhan karimunjawa pada pukul 07.00. Rombongan menaiki moda transportasi kapal Feri Siginjai dan menghabiskan waktu 4,5 jam. Selama terombang ambing di atas kapal, beberapa siswa memanfaatkan waktu untuk bertanya banyak hal kepada nakhkoda di ruang kendali (meskipun staff only, siswa dapat masuk karena ijin dari kepala yang kebetulan teman baik orang tua salah satu siswa) , ada juga yang memilih tidur, ada juga yang memilih untuk membaca al-quran dan menghafal ayat pilihan.

Sesampainya di pelabuhan Karimunjawa, rombongan disambut oleh pick up menuju ke home stay. Rombongan dibagi menjadi 4 rumah, yaitu isi 6 dan 9 kamar untuk putra, serta 4 dan 7 kamar untuk putri. Masing-masing rumah mendapatkan Handy Talky sebagai alat komunikasi. Usai istirahat, ekspedisi dilanjutkan menuju ke hutan Mangrove. Siswa mengamati pohon Mangrove yang ada, bagaimana pohon tersebut dapat tumbuh dan mencoba untuk menanam sendiri berdasarkan pengamatannya sendiri. Puas di Mangrove, ekspedisi dilanjutkan ke Pantai Ujung Gelam untuk menghabiskan sunset. Malam harinya, rombongan melakukan eksplorasi kota dan ekonomi masyarakat dengan melakukan wawancara masyarakat di sekitar alun-alun. Selain itu, siswa juga melakukan syiar hari bumi dengan membagikan gantungan gunci bertuliskan “save the earth” kepada wisatawan domestic maupun asing.

Hari kedua, ekspedisi berpusat di penjelajahan laut. Ekspedisi diawali dengan snorkeling di Maer, Pulau Menjangan Kecil. Rombongan disuguhi pemandangan ikan warna warni dan terumbu karang yang indah di bawah laut. Belum puas di Maer, rombongan melanjutkan ke Pulau Cemara Besar untuk menyaksikan pemandangan gradasi air laut yang sangat indah, bermain air di pantai, makan ikan hasil jungle cooking, sholat dengan kondisi basah kuyup, dan aktifitas menarik lainnya. Penjelajahan selanjutnya adalah melihat ikan badut “Nemo”, namun karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan maka penjelajahan dilanjutkan menuju ke Pantai Ujung Gelam kembali. Di sana, rombongan melakukan pelepasan tukik yang didatangkan langsung oleh Tim Balai Taman Nasional Karimunjawa.

Hari terakhir, rombongan dipersilahkan untuk melakukan penjelajahan daerah dan berpamitan dengan pemilik homestay. Rombongan mengadakan “class meeting” untuk mengevaluasi perjalanan, mengecek penugasan dan packing. Selanjutnya, rombongan menuju ke pelabuhan untuk kembali ke Jepara menggunakan kapal cepat “Bahari”.
_tm_


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *